Bulan Ramadan tak hanya sebagai momen untuk menyucikan diri sendiri saja, tapi juga menjadi kesempatan untuk merawat hubungan dengan keluarga.

Karena di bulan ini adalah momen ditutupnya pintu neraka, para setan yang dibelenggu, dan dibukanya pintu keberkahan.

Hal tersebut disampaikan oleh Rukmini Amar M AP, ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Timur (PWA Jatim) saat mengisi kajian Ramadan di Unibersitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) pada Kamis, (13/03/2025).

“Salah satu kunci masuk ke surga adalah dengan birrul walidain. Malaikat jibril sangat kecewa dengan manusia yang masih memiliki kesempatan hidup bersama orang tua, tapi tidak bisa masuk surga,” jelasnya.

Menurutnya Ramadan juga merupakan Madrasah Ilahiyyah, yaitu kesempatan untuk mengajarkan banyak pelajaran penting untuk meningkatkan keimanan.

“Tujuan pernikahan adalah menciptakan suasana yang tenang dan agamis, sesuai dengan sakinah dalam Surat Ar Rum ayat 21,” jelasnya.

 

Bangun Keluarga Harmonis Saat Ramadan

Rukmini menjelaskan sepuluh cara menjaga kebersamaan dalam keluarga agar semakin harmonis.

Yang pertama yaitu melakukan aktivitas keagamaan bersama. Menurut Rukmini, keluarga memang harus memiliki program ini. Misalnya membiasakan menghafal satu ayat setiap waktu subuh. Selain membangun hubungan dengan keluarga, kebiasaan ini juga bisa menambah pengetahuan baru terkait ayat-ayat Al Quran.

Ia mengatakan, “Pada saat Ramadan, orang tua juga bisa mengajak anak-anak untuk melakukan tadarus bersama. Mungkin setelah subuh, sembari menanti bedug maghrib, atau setelah tarawih.’

Kebiasaan kedua, adalah dengan membiasakan makan bersama, bisa ketika sahur maupun berbuka. Ini merupakan aktivitas yang sederhana, namun ketika dibiasakan akan memberikan value lebih antar keluarga.

Lihat Juga : 4 Manfaat Puasa Bagi Otak, Mental, dan Sel

“Jadi walaupun tidak berbicara, tapi pasti ada momen suara itu muncul. Entah itu mencari kerupuk misalnya, atau mengomentari tentang makanan yang dihidangkan,” ujarnya.

Ia berpesan agar sebaiknya antar keluarga tidak makan ketika suasana hati sedang marah, dan jangan pula keluar rumah dengan keadaan marah.

Yang ketiga adalah menonton bersama. Saat ini banyak tontonan yang bisa dinikmati. Dengan banyaknya model hiburan saat ini, lebih baik keluarga menikmati bersama dari pada sibuk dengan gadget masing-masing.

Yang keempat yaitu dengan mendampingi anak belajar. Rukmini menyarankan agar orang tua tetap memiliki waktu untuk sang buah hati agar mereka tetap merasakan keikutsertaan orangtua dalam proses belajarnya.

Terlebih ketika bulan Ramadan, anak memiliki kegiatan tambahan di luar aktivitas sekolahnya.

Mendongeng juga bisa menjadi cara untuk membangun kebersamaan keluarga. Orang tua juga bisa bermain bersama anak untuk menjalin bonding yang lebih kuat.

Cara selanjutnya yaitu belanja dan masak bersama. Dengan kegiatan ini, semua anggota keluarga akan mereka dilibatkan dalam menjalankan rumah tangga.

Dan dua cara terakhir adalah memiliki momen bebas dan liburan bersama. Kegiatan ini bisa dijadikan sebagai masa senggang antar keluarga, momen saling memahami, dan momen untuk berbagi keceriaan.

Dengan cara-cara tersebut, keluarga dapat memanfaatkan momen Ramadan yang hanya terjadi satu tahun sekali menjadi lebih bermakna dan bisa mendekatkan diri baik dengan Allah maupun dengan keluarga.